Rabu, 25 November 2015
BALAI PERSIS
SOLO
Rampungnya
Perseroan Terbatas (PT) Persis Solo yang akan diikuti dengan “profesionalisme”
Balai Persis yang sedianya dijadikan kantor. Bangunan yang selama ini hanya
digunakan untuk memajang piala dan rapat bulanan itu berpeluang disulap
layaknya kantor untuk operasional.
Perbaikan Balai
Persis sebenarnya sudah berjalan mulai awal tahun ini. Namun perbaikan yang
dilakukan baru area lingkungan balai dan cat ruangan. Selain itu, logo besar
Persis Solo yang menampakkan tugu kebangkitan nasional dengan 15 bintang juga
sudah ada di ruangan utama.
HOTEL SAHID JAYA
Hotel Sahid Jaya Solo
adalah awal dari jaringan bisnis Hotel Sahid di seluruh Indonesia. Berdiri pada
tahun 1965 dan menempati lahan seluas kurang lebih 3.000 m2, pada awalnya hotel
ini didirikan atas prakarsa Soekamdani Sahid Gitosardjono, seorang pengusaha
percetakan dan publikasi yang sering melakukan perjalanan dinas ke berbagai
daerah. Pada akhirnya Soekamdani Sahid Gitosardjono mendapatkan ide untuk
mendirikan bisnis yang bergerak di bidang akomodasi. SAHID SALA HOTEL adalah
nama hotel ini ketika pertama kali didirikan. Nama Sahid sendiri diperoleh
sebagai dedikasi kepada Sahid Gitosardjono, ayah dari Soekamdani Sahid
Gitosardjono. Hingga saat terdapat kurang lebih 26 jaringan hotel dan apartemen
Sahid Hotels di seluruh Indonesia dengan taraf berbintang.
Pasar
Legi
Pasar
Legi, nama ini awalnya digunakan sesuai dengan ramainya pasar pada tiap-tiap
hari "Legi" pada hari pasaran Jawa, layaknya pasar-pasar tradisional
lainnya di kota Surakarta.
Merupakn pasar tradisional yang cukup besar dan sibuk dengan aktifitas 24 jam.
Merupakn pasar tradisional yang cukup besar dan sibuk dengan aktifitas 24 jam.
Bagi
masyarakat Solo dan sekitarnya, Pasar Legi telah menjadi pusat kegiatan
jual-beli sembako, sayur mayur, buah-buahan dan hasil-hasil bumi lainnya. Pasar
ini menyediakan barang-barang tersebut paling komplit daripada pasar-pasar
tradisional lain yang ada di Solo. Pasar Legi mencapai puncak keramaiannya
berkisar pada jam-jam 02:00 dinihari hingga menjelang Subuh. Pada waktu-waktu
awal, yakni tengah malam hingga sekitar jam 02:00, terjadi kesibukan para
pedagang yang menerima kedatangan barang-barang dagangan, yang biasanya
langsung dikerubuti oleh pembeli yang rata-rata penjual sayur juga dan akan
dijual lagi di pasar-pasar yang lain, bahkan hingga ke luar Solo. Memasuki
jam-jam 02:00 hingga Subuh, biasanya mulai berdatangan para ibu-ibu rumah
tangga yang berbelanja untuk kebutuhan rumah, dengan harapan mendapatkan barang
yang segar, lebih murah dan bisa memilih.
Langganan:
Postingan (Atom)
















